MIM UNGGULAN KOTA GORONTALO

Jalan HB Jassin No.22

Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Kepala MIM Unggulan Kota Menjadi Narasumber pada Kegiatan “Nonton dan Diskusi Video Merdeka Belajar”

Kamis, 23 Juni 2022 ~ Oleh Arthent Tilome ~ Dilihat 18 Kali

Kota, (MIM) - Bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo digelar kegiatan pendidikan penggerak merdeka belajar dengan tema Nonton dan Diskusi Video Merdeka Belajar. Narasumber pertama pada kegiatan tersebut Yusnawati Abdullah selain menjadi salah satu guru penggerak merdeka belajar juga menjabat sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo. Sementara narasumber kedua Maharani Mohamad Kepala Sekolah SDN 10 Telaga sebagai tim pada kegiatan tersebut, Selasa (14/06/2022) kemarin.

Kegiatan itu turut dihadiri langsung oleh Pokjawas Kementerian Agama Kota Gorontalo Herlina Jubu, didampingi oleh ketua KGBN (Komunitas Guru Belajar Nusantara) Provinsi Gorontalo Mulyati Bangi. Adapun Peserta kegiatan yaitu seluruh tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo, SD/MI se-Provinsi Gorontalo.

Melalui kegiatan ini peserta dapat memahami tentang merdeka belajar dan menyadari miskonsepsi yang selama ini dijalani dan mengetahui praktek merdeka belajar serta mulai mengambil peran untuk terlibat dalam perubahan yang lebih baik. Kegiatan diskusi diawali dengan penayangan video merdeka belajar.

 Yusnawati Abdullah selaku narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan profesi kita sebagai guru dengan mengenal lebih jauh mengenai program merdeka belajar.

“Setelah penayangan video oleh Najella Shihab tadi ada lima miskonsepsi yang selama ini terjadi tentang guru belajar. Miskonsepsi tersebut belajar perlu insentif eksternal seperti adanya uang duduk atau sertifikat dari kegiatan, belajar harus dari ahli yang pada kenyataannya belajar guru menjadi lebih efektif dengan sesama guru, belajar cukup “how to” artinya cukup tapi tidak ada tindak lanjutnya, belajar yang diburu waktu kejar target akhirnya kita hanya sekedar menghabiskan bahan tanpa tahu apakah anak-anak faham atau tidak dengan materi yang kita ajarkan, serta berorientasi pada kompetensi yang bersifat individual. Dari lima miskonsepsi tersebut apakah kita termasuk di dalamnya,” tutur Yusnawati.

Seemntara itu salah satu peserta kegiatan Fatmawati Puluhulawa yang juga sebagai guru di lingkungan MIM Unggulan Kota menyampaikan bahwa ternyata walaupun sebagai seorang guru namun juga tetap sama merasa belum merdeka karena masih begitu banyak kekurangan yang perlu untuk diperbaiki.

“Sebagai guru saya merasa sangat perlu berusaha memperbaiki miskonsepsi yang selama ini masih jauh dari harapan merdeka belajar. Dan berharap kedepannya bisa mengetahui lebih jauh informasi mengenai merdek belajar terkait apa yang harus dilakukan dan seperti apa kurikulumnya,” harap Fatma. (Rasni/Ayiz)

  1. TULISAN TERKAIT
...

Yusnawati Abdullah, S.Pd,.M.Pd

Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur kami haturkan kehadirat Illahi Robbi, karena telah memberikan kesempatan dan nikmat yang luar…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apa yang harus diperbaiki disekolah ini...?

LIHAT HASIL